☃️ Dampak Penggunaan Hp Terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia
2 Masyarakat Indonesia hendaknya berprilaku selektif terhadap dampak yang ditimbulkan budaya barat guna mengambil dampak positifnya dan membuang dampak negatif dari budaya barat. 3) Pihak keluarga, tokoh agama, dan pemerintah hendaknya berperan lebih dalam mengantisipasi dan memproteksi dampak negatif dari budaya barat yg semakin massif
vPengaruh Islam telah membawa perubahan yang besar dalam aspek politik, ekonomi dan sosial masyarakat Melayu sebelum kedatangan Barat Sama ada mereka sedar ataupun tidak, pengaruh budaya ini cukup menarik dan mendominasikan warkah-warkah Melayu Masing-masing kaum cenderung menetap di perkampungan sendiri, sehingga tingkat hubungan sosial antar kaum
diberikankepada, 20 dampak negatif dari media sosial pakarkomunikasi com, dampak film animasi 2d 3d 4d terhadap masyarakat, makalah dampak negatif teknologi informasi dan solusinya, 9 teori dampak media wikipedia bahasa indonesia, dampak tayangan televisi terhadap perilaku anak, faizatul rosyidah blog mencegah pengaruh negatif televisi
SMPNegeri 5 Palembang akibat dampak dari penggunaan handphone.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan handphone terhadap interaksi sosial pada siswa SMP Negeri 5 Palembang.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase.Hasil penelitian
Penelitianini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan handphone terhadap pola pemikiran remaja di pedukuhan ii dukuh kilung, desa kranggan, galur, kulon progo. Hanya m engamb il makalah/paper /a rtikel y a n g t. “Penggunaan Pengaruh Telepon Genggam Terhadap Interaksi Sosial Remaja” Dedi Mulyana. Pa ra remaja kemudian ten gg elam dalam.
Tujuanpenelitian ini untuk melihat beberapa kuat pengaruh strategi puhli‹ rr/orir›ut terhadap citra perusahaan dalam membangun kembali citra Perum Produksi Film Negara (PFN) setelah 26 tahun vakum. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan responden berjurnlah 97 dengan rnenyebarkan google form.
intensitaspenggunaan smartphone terhadap interaksi sosial di kalangan mahasiswa Politeknik Negeri Samarinda. Penelitian ini diuji kembali berdasarkan penelitian yang telah ada. Adapun penelitian yang telah dilakukan antara lain : 1. Teknologi Informasi dan Interkasi Sosial (Studi Korelasional Pengaruh Smartphone terhadap Interaksi Sosial Remaja di
dampakindustri terhadap interaksi sosial masyarakat dan faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi sosial masyarakat di Desa Sukanegara Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang bekerja pada industri
pengawasterhadap perilaku anak. 2. Dampak penggunaan medi sosial terhadap pendidikan anak siswa kelas XII Bahasa di SMA Negeri 3 Polewali Media sosial merupakan suatu alat perantara bagi masyarakat dalam melakukan komunikasi atau interaksi dengan orang lain. Oleh karena itu semua kalangan masyarakat
Haldemikian berkaitan dengan apa yang diteliti oleh Garretson (2015), dimana ia mengatakan bahwa subtansi dari isi di dalam media akan mempengaruhi pemahaman seseorang tentang budaya tertentu. Sedangkan penelitian ini menyatakan bahwa kecerdasan budaya seseorang terpengaruhi oleh penggunaan media sosial untuk informasional seseorang.
3 Lakukanlah kegiatan yang bermanfaat seperti membaca buku. 4. Senyapkan notifikasi. 5. Atur layar menjadi hitam putih. Penggunaan ponsel sangat
Pengaruhpenggunaan media dan perubahan pola pencarian informasi terhadap proses interaksi dan partisipasi masyarakat by , 1995, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro edition, Microform in Indonesian
OrjWje. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Abstrak Artikel ini menjelaskan dampak media sosial terhadap penggunaan generasi milenial di Indonesia. Media sosial telah mengubah metode komunikasi dan interaksi sosial dan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan bahasa. Artikel ini mengkaji bagaimana media sosial memengaruhi cara generasi milenial menggunakan, membentuk, dan menciptakan Indonesia dalam konteks digital. Selain itu, artikel ini juga membahas dampak perubahan tersebut terhadap penggunaan bahasa Di era digital yang didominasi oleh generasi milenial, media sosial sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok telah mengubah cara komunikasi, interaksi sosial, dan berbagi informasi terjadi. Dalam konteks ini, penting untuk memahami peran media sosial dalam penggunaan bahasa Indonesia di kalangan milenial. Media sosial telah menjadi platform bagi generasi milenial untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan komunitas global. Dalam lingkungan ini, bahasa menjadi alat terpenting untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan pengalaman. Perlu diketahui bahwa media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan penggunaan bahasa, baik positif maupun negatif. Pengaruh media sosial terhadap penggunaan masyarakat Indonesia di kalangan generasi milenial meliputi beberapa aspek. Salah satu perubahan yang paling mencolok adalah gaya bahasa yang disesuaikan dengan spesifikasi platform media sosial. Akronim, emotikon, dan emotikon telah menjadi bagian penting dari komunikasi digital, memastikan efisiensi dan ekspresi emosi yang lebih cepat. Selain itu, media sosial telah melahirkan adaptasi bahasa dalam bentuk meme, tagar, dan tren viral yang dapat memengaruhi pilihan kata dan struktur kalimat. Namun, memahami dampak media sosial terhadap penggunaan bahasa Indonesia tidak terbatas pada perubahan gaya bahasa. Media sosial juga dapat menghadirkan tantangan dalam menjaga bahasa yang baik dan benar. Penggunaan bahasa gaul dan jargon secara informal dapat menjadi norma di media sosial, yang pada gilirannya akan memengaruhi penggunaan bahasa gaul Milenial di luar platform tersebut. Selain itu, bahasa yang negatif dan menyinggung juga ditemukan dalam konten yang tidak pantas, memicu diskusi tentang etika dan etiket penggunaan bahasa di media memahami peran media sosial dan dampaknya terhadap penggunaan milenial di Indonesia, kita dapat melihat tantangan dalam menjaga bahasa yang baik dan mempromosikan penggunaan yang benar di era digital ini. Oleh karena itu, artikel ini mengulas lebih dalam tentang perubahan gaya bahasa, pembentukan komunitas bahasa, dampak positif dan tantangan penggunaan bahasa Indonesia di jejaring sosial, serta pentingnya membangun kesadaran berbahasa selama Bahasa dalam Konteks Media SosialMedia sosial telah secara signifikan mengubah penggunaan generasi milenial di Indonesia. Fitur komunikasi yang tersedia pada platform media sosial telah mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan dalam interaksi online. Berikut ini adalah beberapa pengaruh utama media sosial terhadap gaya bahasaPenggunaan singkatan, emotikon, dan emotikon Media sosial menawarkan jumlah karakter yang terbatas di setiap posting atau pesan, mendorong penggunaan singkatan untuk menghemat ruang dan waktu. Singkatan seperti "lol" tertawa terbahak-bahak, "btw" btw atau "omg" oh my god sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari generasi milenial. Selain itu, smiley dan emoji digunakan untuk mengekspresikan emosi dan menambah nuansa pada komunikasi teks. Misalnya untuk keberuntungan atau untuk kasih sayang Adaptasi bahasa dalam meme, tagar, dan tren viralMedia sosial telah mempopulerkan berbagai bentuk konten yang mudah dibagikan, seperti meme, tagar, dan tren viral. Meme sering menggunakan humor dan bahasa yang khas untuk menyampaikan pesan atau menimbulkan efek humor. Selain itu, menggunakan tagar telah menjadi cara umum untuk mengikuti tren atau topik tertentu di media sosial. Bahasanya juga menyesuaikan dengan tren viral, seperti istilah atau frasa tertentu yang menjadi populer karena tantangan atau video viral. . Singkatan dari kataPembatasan karakter di media sosial juga mendorong pemendekan kata atau kalimat menjadi bentuk yang lebih pendek dan mudah dibaca. Misalnya, "Selamat pagi" menjadi "Pagi!" atau "Terima kasih" dan "Terima kasih". Pemendekan kata seperti itu mendorong komunikasi cepat di jejaring sosial . Perubahan bahasa dalam konteks media sosial mencerminkan adaptasi dan evolusi gaya komunikasi generasi milenial. Ucapan menjadi lebih cepat, singkat dan dilengkapi dengan elemen visual untuk mengekspresikan emosi. Meskipun perubahan ini memungkinkan komunikasi yang lebih efektif dan ekspresif di jejaring sosial, penting untuk menjaga kualitas dan pemahaman yang baik tentang bahasa di luar platform Komunitas Bahasa di Media SosialMedia sosial tidak hanya menjadi platform untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk komunitas bahasa yang aktif di kalangan generasi milenial. Komunikasi dan berbagi bahasa di antara pengguna media sosial meningkat secara signifikan, memungkinkan generasi milenial untuk saling belajar, berbagi, dan memperkaya bahasa Indonesia mereka. Di bawah ini adalah beberapa aspek yang menyoroti peran penting komunitas bahasa dalam mempromosikan penggunaan bahasa yang baik di jejaring sosial Peningkatan komunikasi suara antar penggunaMedia sosial memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang dan latar belakang yang berbeda. Ini menawarkan milenium kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang berbicara bahasa yang berbeda. Mereka dapat saling belajar dan memperluas pemahaman mereka tentang Indonesia. Diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman bahasa di jejaring sosial memungkinkan pengguna meningkatkan keterampilan bahasa mereka dan menghindari kesalahan umum. .Peran kelompok dan komunitas bahasaMedia sosial menyediakan ruang untuk membentuk dan bergabung dengan kelompok atau komunitas yang berfokus pada bahasa Indonesia. Grup-grup ini bisa menjadi wadah yang berguna bagi generasi milenial untuk belajar bersama, berbagi informasi, dan meningkatkan kemampuan bahasa mereka. Komunitas bahasa ini dapat mengobrol, menyediakan sumber belajar, dan memberikan umpan balik dan koreksi yang membangun untuk membantu anggota lebih memahami dan menggunakan bahasa Indonesia .Kerjasama dan pertukaran budayaKomunitas bahasa di jejaring sosial tidak hanya membantu perkembangan bahasa, tetapi juga mempromosikan pertukaran budaya. Milenial dapat berbagi cerita, tradisi, puisi atau lagu dalam bahasa Indonesia di jejaring sosial. Ini mempromosikan keanekaragaman budaya dan memperkaya pengalaman pengguna dengan memahami dan menghargai kekayaan bahasa Indonesia. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pengertian Gadget Gadget adalah telepon genggam atau telepon seluler ponsel atau handphone HP adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana portable/mobile dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel nirkabel wireless. Secara istilah gadget atau gawai berasal dari bahasa Inggris yang artinya perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Dalam bahasa Indonesia, gadget disebut dengan gawai. Gawai merupakan barang canggih yang diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media berita, jejaring sosial, hobi, bahkan hiburan. Pendapat lain mengatakan bahwa gawai adalah media yang dipakai sebagai alat komunikasi modern dan semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Gadget adalah media yang di pakai sebagai alat komunikasi modern. Gadget semakin mempermudah kegiatan komunikasi manusia. Kini kegiatan komunikasi telah berkembang semakin lebih maju dengan munculnya gadget. Diantaranya smartphone seperti iphone, android, blackberry serta notebook. Menurut pengertian lain gadget merupakan sebuah benda alat atau barang elektronik teknologi kecil yang memiliki fungsi khusus, tetapi sering di asosiasikan sebagai sebuah inovasi atau barang baru. Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi dengan kemunculan gawai sangatlah membatu dan memberi kemudahan bagi manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Akan tetapi dalam penggunaannya, gadget dapat memberi manfaat baik pada penggunanya dan juga memberi dampak buruk bagi penggunanya apabila disalah gunakan, berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan gadget bagi manusia dalam kehidupan sehari-hariGadget sebagai pengembangan dari teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih dalam hal fitur dan fungsi dalam membantu berbagi informasi dan mempermudah komunikasi antara manusia untuk mencari informasi dengan fitur intenet yang terdapat di manusia sebagai sarana refresing menghilangkan rasa jenuh ketika lelah dengan tugas atau Sosial Anak Usia Dini Ada empat tingkatan perkembangan sosial anak yaituTingkatan pertama, sejak dimulai umur 0 - 6 bulan, anak mulai mengadakan reaksi positif terhadap orang lain, antara lain ia tertawa karena mendengar suara orang lain. Anak menyambut pandangan orang lain dengan pandangan kembali dan kedua, adanya rasa bangga dan senang yang terpancarkan dalam gerakan dan mimiknya, jika anak tersebut dapat mengulang yang lainnya. Contohnya, anak yang berebut benda atau mainan,jika senang dia akan kegirangan dalam gerakan dan mimik. Tingkatan ini biasanya mulai muncul pada usia anak 2 tahun ketiga, jika anak telah lebih dari umur 2tahun, mulai timbul perasaan simpati rasa setuju dan rasa antipati rasa tidak setuju kepada orang lain, baik yang sudah dikenalnya atau keempat, pada masa akhir tahun ke dua, anak setelah menyadari akan pergaulannya dengan anggota keluarga, anak timbul keinginan untuk ikut campur dalam gerak dan lakunya. Dampak Penggunaan Gadget Bagi Anak Usia Dini Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat memengaruhi perkembangan sosial mereka dengan beberapa cara, yang dapat berdampak pada kesejahteraan mereka di masa depan. Berikut adalah beberapa dampak penggunaan gadget pada anak usia dini terhadap perkembangan sosial merekaMengurangi interaksi sosial Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat mengurangi interaksi sosial mereka dengan teman sebaya dan orang dewasa. Anak-anak yang lebih banyak bermain gadget cenderung lebih tertarik pada layar daripada orang lain, sehingga mereka cenderung kurang terampil dalam interaksi kemampuan bahasa Anak-anak yang lebih banyak menggunakan gadget cenderung kurang terampil dalam berkomunikasi secara verbal. Mereka dapat mengalami keterlambatan perkembangan bahasa dan sulit untuk mengartikulasikan perasaan dan pikiran mereka dengan kemampuan kognitif Penggunaan gadget pada anak usia dini dapat mengganggu kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir. Anak-anak cenderung lebih pasif dalam bermain gadget daripada bermain dengan mainan konvensional, yang dapat menghambat perkembangan kognitif keterampilan emosional Anak-anak yang lebih banyak menggunakan gadget cenderung lebih sulit untuk mengatur emosi mereka. Mereka dapat kehilangan keterampilan dalam mengenali dan mengatasi emosi mereka sendiri, serta kesulitan dalam membaca emosi orang gangguan kesehatan mental Penggunaan gadget pada anak usia dini juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
ArticlePDF AvailableAbstractIn the current era of globalization where changes in technology and the flow of information are increasingly advanced and fast encouraging people to better understand the sophistication of technology Mobile is a two-way electronic telecommunication tool that can be carried everywhere and has the ability to send messages in the form of voice, picture, video and video messages. etc . Mobile phones can also change family life, work environment, school, friendship, religious activities, politics, and so on are all affected by communication technology. Positive influences include facilitating communication even though they are far away, making it easier to find information and so on. While the negative effects generated by the use of cellphones include the dangers resulting from using cellphones too often, teenagers are more likely to prefer communicating through the media rather than communicating face-to-face directly. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. CEBONG Journal ISSN 2828-366X Online Vol. 1 No. 1, Nopember 2021, pp. 15-19 Published by IHSA Institute Journal homepage www. Penggunaan Handphone Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Arfan Suryadi1, Galuh Alif Ranchman2, Ressa Putri Amelia3, Tiara Citra Rahayu4 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Nusantara Bandung Article history Received Oct 22, 2021 Revised Nov 11, 2021 Accepted Nov 28, 2021 In the current era of globalization where changes in technology and the flow of information are increasingly advanced and fast encouraging people to better understand the sophistication of technology Mobile is a two-way electronic telecommunication tool that can be carried everywhere and has the ability to send messages in the form of voice, picture, video and video messages. etc . Mobile phones can also change family life, work environment, school, friendship, religious activities, politics, and so on are all affected by communication technology. Positive influences include facilitating communication even though they are far away, making it easier to find information and so on. While the negative effects generated by the use of cellphones include the dangers resulting from using cellphones too often, teenagers are more likely to prefer communicating through the media rather than communicating face-to-face directly. Keywords Handphone; Remaja; Interaksi Sosial. Di era globalisasi sekarang ini dimana perubahan teknologi dan arus informasi yang semakin maju dan cepat mendorong masyarakat untuk lebih memahami kecanggihan teknologi Handphone merupakan alat telekomunikasi elektronik dua arah yang bisa dibawa kemana-mana dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan pesan berupa suara, pesan gambar, video dan lain-lain . Handphone juga bisa merubah Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, pertemanan, kegiatan keagamaan, politik, dan sebagainya semua terpengaruh teknologi komunikasi . Pengaruh positif di antaranya adalah memudahkan komunikasi walau berada jarak jauh, memudahkan dalam mencari informasi dan lain sebagainya. Sedangkan pengaruh negatif yang dihasilkan oleh penggunaan handphone di antaranya adalah bahayanya yang dihasilkan dari pemakaian handphone yang terlalu sering, remaja lebih cenderung menyukai berkomunikasi melalui media dari pada berkomunikasi secara tatap muka langsung. This is an open access article under the CC BY-NC license. Corresponding Author Ressa putri amelia Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Nusantara Bandung, Jl. Soekarno-Hatta Sekejati, Kota Bandung, Jawa Barat 40286 Email ressaputriamelia043 1. PENDAHULUAN Zaman sekarang banyak hal yang bisa di permudah oleh teknologi, dengan adanya teknologi handphone kita bisa mengirim pesan dengan cepat dan akurat. Akan tetapi banyak dampak positif dan negative dari penggunaan handphone. Peran orang tua sangat di butuhkan untuk membimbing anak anak agar terarahkan ke arah yang positif. Banyak anak anak dan remaja yang salah pergaulan lewat teknologi ini karna kurangnya wawasan. Kemajuan ilmu teknologi pada saat ISSN 2828-366X Online Cebong, Vol. 1 No. 1, Nopember 2021 pp. 15-19 ini memberikan perubahan besar pada dunia. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai sisi, meliputi perubahan di bidang kesehatan, pendidikan, hiburan, komunikasi, serta akses informasi yang begitu mudah Kemudahan memperoleh informasi membuat manusia lebih cepat mengetahui berita yang sedang terjadi misalnya, masyarakat yang ada di Indonesia dapat dengan mudah mengikuti perkembangan piala dunia tahun 2014 hanya dengan menggunakan gadget Indah, Dwi Iswanti 2020. Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan menerima pesan dari dan ke orang lain tindakan komunikasi terus menerus terjadi selama proses kehidupan. Komunikasi menjadi penting karena, fungsi yang bisa di rasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui proses komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikiran nya dan perasaan hati nurani nya kepada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan sekitarnya. Hertmada,Sinta Kendek 2017. Banyak masyarakat yang menggantungkan masa depannya kepada kalangan remaja. Remaja merupakan bagian penduduk yang berskala kecil, namun memiliki sumbangan teramat besar. Penting memahami para remaja karena remaja adalah masadepan setiap masyarakat. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa. Berlangsung antara usia 12-24 tahun. Muflih 2017. Di era teknologi yang semakin berkembang pesat ini, banyak hal mulai bergeser dan membentuk sebuah gaya hidup baru, di mana teknologi menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam keseharian manusia. Teknologi sudah mengubah cara hidup manusia dalam berbagai bidang kehidupan. Dimulai dari proses pembelajaran, komunikasi antar manusia, bisnis, hiburan, dan lainnya Prasetya,Bernadus Wisnu 2017. Kemajuan teknologi saat ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia kini telah dapat langsung diketahui berkat kemajuan teknologi gobalisasi. Di era globalisasi sekarang ini dimana perubahan teknologi dan arus informasi yang semakin maju dan cepat mendorong masyarakat untuk lebih memahami kecanggihan teknologi. Al-Ijtimaiyyah 2018 banyak spekulasi tentang teknlogi salah satunya HP Handphone. Dari jurnal yang kami kutip, Handphone adalah barang canggih yang diciptakan dengan berbagai aplikasi yang dapat menyajikan berbagai media seperti berita, jejaring sosial, hobi,bahkan hiburan, ini adalah salah satu tanda kemajuan dari teknologi. Meningkatnya penggunaan gadget atau alat-alat yang dapat dengan mudah maka terkoneksi dengan internet ini, mengalami peningkatan dari waktu ke waktu Bewu,Yuliana 2019. Handphone juga bisa merubah Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, pertemanan, kegiatan keagamaan, politik, dan sebagainya semua terpengaruh teknologi komunikasi. Interaksi manusia dengan manusia telah digantikan menjadi interaksi manusia dan seringkali tidak disadari teknologi dapat mengurangi interaksi seseorang secara langsung dengan orang-orang terdekat yang ada di sekitar misalnya antara orang tua dan anak di rumah masing-masing sibuk dengan gadget-nya. Saling tegur sapa dengan menghadapkan senyum pada tetangga semakin berkurang, sedangkan sibuk sendiri di hadapan komputer dan alat teknologi lainnya sudah dianggap lumrah di masyarakat saat ini. Al-Ijtimaiyyah 2018 hal ini juga menjadi dampak negative penggunaan handphone Sebelum adanya handphone,gadget dan perangkat elektronik lainnya, orang-orang dengan mudah saling menyapa dan berinteraksi pada saat bertemu atau pada saat berkumpul. Pada saat ini orang lebih asik dan sibuk dengan gadget3 yang dimilikinya. Orang-orang saat ini cenderung lupa dengan adanya teman yang sesungguhnya ada disampingnya. Prasetyo, Rahmad Adi 2017. Dengan adanya permasalahan ini kami dari kelompok 3 ingin menemukan solusi dan hal-hal baru dalam kehidupan zaman sekarang. Banyak hal yang menarik tentang bagaimana kelangsungan hidup di zaman elektronika dimana semua hal dapat dengan mudah di kerjakan. 2. METODE PENELITIAN Metode peneletian ini menggunakan metode kualitatif, Penelitian kualitatif adalah metode yang melibatkan suatu pendekatan interpretative yang mewajibkan pada pokok permasalahannya, dan juga penelitian ini bekerja secara alami yang memahami dan juga memberikan tafsiran yang ada pada masyarakat. Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip dengan sabar, hati-hati, dan sistematis Umar Sidiq 2019. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random, pengumpulan data Cebong Journal ISSN 2828-366X Online Ressa putri amelia, dkk, Penggunaan Handphone Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial. menggunakan instrumen penelitian, Kuisioner adalah cara pengumpulan informasi dalam jumlah besar yang relative murah,cepat dan efisien,dengan kuisioner kita juga bisa mendapatkan data dari sample orang banyak. Pengumpulan datanya juga relative cepat karna peneliti tidak perlu hadir pada saat pengisian kuisioner. Hal ini berguna untuk meneliti populasi besar,dimana wawancara bukan pilihan yang praktis. Penelitian ini dilakukan pada bulan 08 Juni 2021 sampai dengan 30 juni 2021 yang diawali dengan memberikan kuisioner dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam, serta dokumentasi sebagai bukti bahwa penulis sudah melakukan penelitian di kampus Universitas Islam Nusantara dan di desa sukamanah. Adapun informan yang kami jadikan sumber informasi adalah 25 orang remaja dan 15 diantaranya mahasiswa uninus 3. PEMBAHASAN Handphone merupakan alat telekomunikasi elektronik dua arah yang bisa dibawa kemana-mana dan memiliki kemampuan untuk mengirimkan pesan berupa suara, pesan gambar, video dan lain-lain. Pengertian tersebut merupakan pengertian handphone secara umum. Kehadiran handphone merubah sistem komunikasi masyarakat yang dulunya kebanyakan dilakukan secara tatap muka, namun pada saat ini sistem komunikasi masyarakat mulai berpindah dari sistem komunikasi lama tatap muka menjadi sistem komunikasi baru yaitu melalui handphone. Perkembangan handphone dalam masyarakat makin hari makin meningkat, mulai dari fasilitas yang disediakan sampai bentuknya yang besar hingga yang kecil. Banyak fasilitas-fasilitas baru yang ada dalam handphone, tidak hanya sebatas mengirim pesan atau telepon saja, tetapi juga bisa digunakan sebagai browsing internet, menonton, foto, video dan masih banyak lagi. Keberadaan handphone saat ini di anggap sebagai barang kebutuhan yang sangat diperlukan bagi setiap orang, sehingga setiap orang harus memiliki alat komunikasi handphone sebagai alat penunjang kebutuhan berinformasi dan memudahkan masyarakat dalam aktifitas sehari-hari. Komunikasi diperlukan untuk menjalin suatu interaksi dalam masyarakat. Dalam penelitian kelompok kami tentang peran handphone untuk masyarakat khususnya kalangan muda dan beberapa orang dari kelas A. Kami mendapatkan masukan atau hal hal yang cenderung bertengtangan antara narasumber akan tetapi banyak juga yang sependapat. Dalam hal ini kami mengajukan pertanyaan seperti apakah handphone itu penting? Dari 25 orang yang kami jadikan narasumber atau responden 96% setuju bahwa handphone untuk zaman sekarang sangatlah penting. Dan 4% tidak setuju akan kepentingan handphone untuk zaman sekarang. Akan tetapi mereka juga setuju bahwa penggunaan hanphone harus di batasi, mengingat efak yang akan di timbulkan jika terus menerus menatap layar handphone, sebanyak 88% setuju penggunaan handphone harus dibatasi dan 12% tidak setuju bahwa handphone harus dibatasi. Teknologi hanphone digunakan oleh para narasumber selama kurang lebih 8 jam, 40 % mereka menggunakan hanphone lebih dari 8 jam dan 80 % mereka menggunakan handphone kurang dari 8 jam. Sudah terbukti bahwa handphone sangatlah penting untuk kehidupan zaman sekarang, petanyaan yang kami ajukan bahwa apakah setiap aktivitas responden memerlukan handphone jawaban mereka adalah 52% setuju bahwa handphone bisa mempermudah aktivitasnya sedangkan 40% dari mereka juga menyatakan bahwa setiap aktivitas tidak memerlukan handphone dan sisanya menjawab tidak selalu karna kegiatan bukan dari handphone saja. akan tetapi 88% narasumber setuju bahwa handphone dapat menimbukan efek samping yang cukup berbahaya dan beberapa orang juga menambahkan bahwa ketika terlalu lama menggunakan handphone akan menimbulkan sakit kepala dan sakit mata. Pada zaman sekarang teknologi sangat mudah di akses, semua kalangan dapat menggunakan teknologi dengan sangat mudah. Akan tetapi ada beberapa pertengtangan akan perihal kecanduan anak di bawah umur terhadap handphone. Dan ini beberapa pendapat tentang anak di bawah umur tetapi sudah kecanduan teknologi handphone Tabel 1. Pendapat kecanduan HP pada anak dibawah umur Selagi di pakai terhadaphal hal yang positif itu tidak ada masalah. Sangat beresikountuk pertumbuhan anak. Jika dipakai untuk menjadikan media pembelajaran itu sebenernya wort it sih, dan Seharusnya anak anak tidak di beri akses handphone karne tidak ada urgensi yang di perlukan. ISSN 2828-366X Online Cebong, Vol. 1 No. 1, Nopember 2021 pp. 15-19 peran orang tua sangatlah penting dalam membatasi akses internet anak. Tidak apa apa asalkan tidak terpengaruh oleh hal hal kurang baik di luar sana. Harusnya jangan di beri akses internet terlebih dahulu, karna banyak anak di bawah umur perlu bersosialisasi dengan temen sebayanya. Kita harus beradaptasi akan teknologi zaman sekarang. Mengenaskan, apa lagi hanya untuk di pakai bermain game. Sulit di ajak kearah yang lebih baik, karna sudah terpengaruh terhadap teknologi. Simpulan dari pernyataan diatas bahwa banyak kalangan muda dan beberapa orang dari kelas A tidak setuju akan anak yang dibawah umur sudah kecanduan bermain handphone dan peran orang tua harus sangat di perhatikan. Hal ini juga di dukung Kwon,dkk menjelaskan bahwa handphone addiction adalah suatu perilaku kecanduan atau keterikatan terhadap handphone yang memungkinkan terjadinya masalah social seperti menarik diri dan kesulitan dalam aktivitas sehari-hari. Peran orang tua terhadap membimbing anak masih perlu perhatian lebih, dari 23 jawaban responder banyak yang setuju bahwa orang tua masih banyak yang membiarkan anaknya bermain hanphone tanpa arahan dari orang tua, alhasil banyak anak usia 7-15 tidak paham arti dari penggunaan hanphone yang baik dan benar, banyak kalangan anak muda yang terjerumus kedalam hal-hal negative. Contohnya dalam kasus freestyle yang ada dalam game FREE FIRE banyak kalangan anak muda yang mempraktekannya dalam kehidupan sehari hari. Dan hal ini seperti lumrah terjadi pada saat ini. Tabel 2. Dampak negative dan positif penggunaan handphone menurut responden Bisa menimbulkan rasa ketergantungan. Dapat mengirim pesan dengan jarak yang jauh dan cepat. Bisa melupakan akan hal yang terjadi pada lingkungan sekitar. Bisa mengetahui hal hal yang baru yang kita tidak tahu. Radiasi yang mengakibatkan kesehatan terganggu. Menjadikan media hiburan. Menjadikan seseorang menjadi introvert Dapat mencari hal hal tentang Kesehatan,berita terbaru dan lain lain. Kekerasa, hoaks,pornografi. Komunikasi tidak terbatas. Prestasi akademik menjadi turun. Sampai saat ini penggunaan handphone menjadi hal yang sering di perdebatkan. Kesimpulannya dari kelompok kami adalah penggunaan handphone akan bermanfaat bagi mereka yang menfaatkannya dan juga sebaliknya. Dalam hal ini teknologi menjadi hal yang bisa membuat kita menjadi seseorang yang baik dan buruk, tergantung kita memanfaatkannya. Saran dan masukan terhadap penggunaan handphone pada zaman sekarang a. Lakukan dalam hal yang positif dan batasi penggunaan. b. Perbanyak aktivitas tanpa menggunakan handphone. c. Gunakan handphone dengan secukupnya saja. d. Lebih bijak dalam berkomunikasi. e. Lebih ke arah positif dan tinggalkan hal hal yang negative. 4. KESIMPULAN Penggunaan handphone sangat berpengaruh terhadap interaksi sosial remaja baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Pengaruh positif di antaranya adalah memudahkan komunikasi walau berada jarak jauh, memudahkan dalam mencari informasi dan lain sebagainya. Sedangkan pengaruh negatif yang dihasilkan oleh penggunaan handphone di antaranya adalah bahayanya yang dihasilkan dari pemakaian handphone yang terlalu sering, remaja lebih cenderung menyukai berkomunikasi melalui media dari pada berkomunikasi secara tatap muka langsung. Selanjutnya, handphone dapat menjadikan remaja mengalami disfungsi, waktu interaksi tatap muka langsung berkurang, kehadiran handphone mengganggu kualitas interaksi langsung, handphone menjadikan remaja hyperpersonal, handphone menjadikan remaja konsumtif dan handphone membuat remaja kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Faktor penghambat pola interaksi sosial remaja adalah faktor lingkungan keluarga, masyarakat, keagamaan, adat istiadat dan kebiasaan. Faktor-faktor ini Cebong Journal ISSN 2828-366X Online Ressa putri amelia, dkk, Penggunaan Handphone Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial. dapat menjadikan perubahan sosial pada remaja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Referensi Istifahadah, R. 2018 dampak penggunaan handphone terhadap peserta didik di SMA Piri Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung. Syukri, M. U., & Logahan, J. M. 2019. Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Karang Taruna Kelurahan Karet Kuningan. Jurnal Sistem Informasi, 12. 28-29 Trisdiana, L. 2019. Hubungan Antara Fear Of Missing Out Dengan Penggunaan Smartphone Yang Bermasalah Pada Mahasiswa. Doctoral Dissertation. Surabaya Universitas Airlangga. 12-14 Aziz, M., & Nurainiah, N. 2018. Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Interaksi Sosial Remaja Di Desa Dayah Meunara Kecamatan Kutamakmur Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Al-Ijtimaiyyah Media Kajian Pengembangan Masyarakat Islam, 42. 29-30 Bewu, Y., Dwikurnaningsih, Y., & Windrawanto, Y. 2019. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Siswa Kelas X Ips Sma Kristen Satya Wacana Salatiga. Psikologi Konseling, 152. 463-467 Muflih, M., Hamzah, H., & Purniawan, W. A. 2017. Penggunaan smartphone dan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri I Kalasan Sleman Yogyakarta. Idea Nursing Journal, 81, 13-15 Gultom, J. 2016. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Anak Remaja Di Desa Batunadua Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara. Doctoral dissertation. Medan UNIMED. 5-7 Olifia, S., & Nuraini, D 2017. Komunikasi Keluarga Dalam Mencegah Dampak Negatif Penggunaan Gadget. Jakarta Selatan 113-115 Prasetya, B. W. 2017.Hubungan Antara Kecanduan Gadget Dan Empati Pada Remaja Akhir Di Hati Kudus Tuhan Yesus Simo Kabupaten Boyolali . Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang. 7-9 Rini, M. K., & Huriah, T. 2020. Prevalensi dan Dampak Kecanduan Gadget Pada Remaja Literature Review. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 51. 191-193. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Kusuma Rini Titih HuriahObjective To know the prevalence and impact of gadgets addiction on youth. Method The method utilized in this paper was a literature review of international journals conducted using the PubMed, ProQuest, Goggle Scholar database. At the initial stage of the search with the keywords "prevalence AND impact AND smartphone addiction OR internet addiction] AND adolescent" it gained 14 international articles from the range of 2016 to 2018 which were in accordance with the inclusion and exclusion From the 14 articles, there were 6 articles that discussed the prevalence of internet addiction 2 of which occurred in developed countries such as Japan and Taiwan, from the two countries the prevalence of internet addiction was on average. Meanwhile, the prevalence in developing countries such as Turkey, Tunisia, China and India averaged Eight articles reviewed the effects of internet addiction. The impacts of using gadgets can be seen physically Obesity and psychologically [Depression, loneliness, suicide, sleep disturbance, attention deficit disorder and hyperactivity] and other impacts such as family The review of this literature review has gained the different prevalence of gadget and internet addiction between developed and developing countries in which the developed countries was while developing countries was The impacts given of this addiction were the physical, psychological and family function impacts. Keywords Gadgets, Internet, Addiction, YouthMuchlis AzizNurainiah NurainiahThis study entitled the influence of the use of mobile phones on the social interaction of adolescents in Dayah Meunara Village, Kutamakmur District, North Aceh Regency. Mobile is one of the elegant devices that can help make it easier for humans to interact through long distances though. However, the presence of this mobile phone should not be a cause of changes in social interaction for teenagers. The purpose of this study was to determine the effect of using mobile phones on the social interaction of adolescents in Dayah Meunara Village, Kutamakmur District, North Aceh Regency and to understand the factors that hindered the pattern of social interaction in the Dayah Meunara Village, Kutamakmur District, North Aceh Regency. This study uses a qualitative method, where the researcher thoroughly examines the facts found in the research location in accordance with the focus of the problem, by examining directly, then the results of the analysis data are presented and given discussion. To get accurate and reliable data, the data collection technique is done through observation, interviews and documentation. The results of the study explained that mobile phones can influence the social interaction of adolescents in Dayah Meunara Village, both positive and negative influences. Positive influences include making it easy to communicate even when far away. While the negative influences include being able to make teenagers experience dysfunction, when face-to-face interaction decreases immediately, the presence of mobile phones interferes with the quality of direct interactions, mobile phones make hyperpersonal teenagers, mobile phones make consumers consumptive and mobile phones make teenagers less sensitive to the environment. The inhibiting factors for the pattern of social interaction among adolescents in Dayah Meunara Village are family, community, religious, customs and habits. These factors can make social change in adolescents in particular and society in general. Keywords Mobile, Social Interactiondampak penggunaan handphone terhadap peserta didik di SMA Piri Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan Doctoral dissertationR IstifahadahIstifahadah, R. 2018 dampak penggunaan handphone terhadap peserta didik di SMA Piri Kecamatan Jatiagung Kabupaten Lampung Selatan Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung.Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Karang Taruna Kelurahan Karet KuninganM U SyukriJ M LogahanSyukri, M. U., & Logahan, J. M. 2019. Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja Karang Taruna Kelurahan Karet Kuningan. Jurnal Sistem Informasi, 12. 28-29Hubungan Antara Fear Of Missing Out Dengan Penggunaan Smartphone Yang Bermasalah Pada Mahasiswa. Doctoral Dissertation. Surabaya Universitas AirlanggaL TrisdianaTrisdiana, L. 2019. Hubungan Antara Fear Of Missing Out Dengan Penggunaan Smartphone Yang Bermasalah Pada Mahasiswa. Doctoral Dissertation. Surabaya Universitas Airlangga. 12-14Penggunaan smartphone dan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri I Kalasan Sleman YogyakartaM MuflihH HamzahW A PurniawanMuflih, M., Hamzah, H., & Purniawan, W. A. 2017. Penggunaan smartphone dan interaksi sosial pada remaja di SMA Negeri I Kalasan Sleman Yogyakarta. Idea Nursing Journal, 81, 13-15Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Anak Remaja Di Desa Batunadua Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara. Doctoral dissertationJ GultomGultom, J. 2016. Pengaruh Penggunaan Gadget Terhadap Interaksi Sosial Anak Remaja Di Desa Batunadua Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara. Doctoral dissertation. Medan UNIMED. 5-7Komunikasi Keluarga Dalam Mencegah Dampak Negatif Penggunaan GadgetS OlifiaNurainiOlifia, S., & Nuraini, D 2017. Komunikasi Keluarga Dalam Mencegah Dampak Negatif Penggunaan Gadget. Jakarta Selatan 113-115Hubungan Antara Kecanduan Gadget Dan Empati Pada Remaja Akhir Di Hati Kudus Tuhan Yesus Simo Kabupaten Boyolali . Doctoral dissertationB W PrasetyaPrasetya, B. W. 2017.Hubungan Antara Kecanduan Gadget Dan Empati Pada Remaja Akhir Di Hati Kudus Tuhan Yesus Simo Kabupaten Boyolali. Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang. 7-9
dampak penggunaan hp terhadap interaksi sosial masyarakat indonesia